Kamis, 02 September 2010

Orang Lain Nggak Tau, Lha Allah?

Berpuasa memang nikmat, tapi banyak tantangannya. Sekadar menahan lapar dan haus saja pasti banyak yang mampu. Beda halnya jika melawan godaan hawa nafsu. ”Itu yang susah banget!” kata seorang teman saya.
Bulan suci Ramadan memang sangat spesial. Setiap malam, tampak salat Isya dan Tarawih berjamaah, terdengar lantunan orang bertadarus Alquran, dan aktivitas iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Pemandangan yang tidak selalu bisa kita lihat setiap hari. Subhanallah indahnya Ramadan.
Nah, esensi ibadah shaun (puasa) Ramadan yang menahan diri dari segala penyakit hati seperti riya, sombong, ghibah, dan lain-lain itu tidak mudah. Apalagi di tengah gempuran tayangan televisi yang kebanyakan tidak edukatif. Misalnya, sinetron yang melecehkan ortu dan guru ataupun acara komedi yang diwarnai ejek-mengejek kekurangan seseorang.
Ternyata, bertempur melawan hawa nafsu memang tidak mudah. Seorang kawan berbagi pengalaman tentang hal itu. Pada saat siang yang terik di kawasan lumpur Lapindo, Sidoarjo, dia bersama beberapa kawannya terjebak macet dekat pintu masuk tol Porong.
Kawasan Sidoarjo siang itu memang cukup panas. Terik matahari menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi orang yang tengah menjalankan ibadah puasa. Ditambah kondisi sekitar lumpur Lapindo yang gersang dan arus lalu lintas yang macet, lengkaplah tantangan tersebut.
Di dalam mobil kawan saya tersebut, semua penumpang mengeluhkan terik matahari yang bukan main itu. Apalagi, mobil itu tidak dilengkapi pendingin. Di sinilah ujian dimulai. Ketika perut sedang berdendang keroncong, suasana kian penat karena jalanan macet dan cuaca panas. Salah seorang menceletuk, ”Mokel (batalin puasa) aja yuk!”
Semua tercenung dan saling memandang mendengar usulan itu. Ragu. Tak urung, terjadi perdebatan sengit di dalam mobil itu. Di antara sekitar enam orang, lima ragu dan satu tetap teguh untuk meneruskan puasanya.
Yang ragu merasa bahwa mereka seakan tak kuat lagi untuk meneruskan puasa dalam terik matahari dan kondisi macet panjang itu. Sedangkan yang keukeuh puasa merasa bahwa ini hanya ujian kecil.

Topik pembicaraan di dalam mobil pun berubah. Lima orang sibuk mengobrolkan tentang rencana makan di suatu tempat. Salah seorang mengusulkan makan seafood. Usul itu diamini lainnya, kecuali satu orang yang menolak tadi.
Akhirnya, ketika memasuki Kota Sidoarjo, mobil benar-benar berhenti di sebuah restoran. Lima orang tadi sudah bersepakat untuk membatalkan puasa karena merasa tak kuat lagi setelah sebelumnya terjebak macet di bawah terik sang surya.
Jadilah mereka mokel berjamaah. Satu orang yang menolak tak kuasa menahan keinginan teman-temannya itu. ”Ayolah, nggak ada yang tahu ini. Sekali ini aja mokelnya. Kan bisa dibayar nanti pas udah Lebaran,” rayu teman-temannya. Meski lemas, dia tetap melanjutkan puasanya, sementara teman-temannya tengah menikmati menu masakan laut.
”Mungkin orang lain nggak tau, lha Allah?” Begitu dia menguatkan hatinya untuk meneruskan puasanya. Sore segera beranjak petang. Azan magrib pun berkumandang. Dia bersuka cita menyambutnya dengan meneguk segelas teh manis. Kebahagiaan yang tak bisa diukur dan dibayar dengan apa pun...
”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar: 10)

kesehatan

Mau Langsing? Minum Air Putih Sebelum Makan!


Trik penurunan berat badan terbaru sesederhana meneguk beberapa gelas air putih sebelum Anda makan. (Foto: gettyimages)
TUTUP buku diet dan lupakan pil penurun berat badan. Ternyata, trik penurunan berat badan terbaru sesederhana meneguk beberapa gelas air putih sebelum Anda makan.

Sebuah studi baru menemukan bahwa usia menengah (30-an) dan setengah baya yang minum dua cangkir air sebelum makan akan kehilangan berat badan lebih besar daripada mereka yang melewati minum.

Penelitian dilakukan terhadap pria-wanita yang obesitas dan kelebihan berat badan dengan usia 55-75 tahun. Para peneliti membaginya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk mengikuti diet rendah lemak sedangkan kelompok kedua diminta untuk mengikuti diet yang sama dengan tambahan minum dua cangkir air sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam.

Setelah 12 minggu, orang-orang yang minum air sebelum makan kehilangan berat badannya sekira 7 kg dibandingkan dengan 5kg untuk mereka yang tidak membiasakan minum. Perbedaannya cukup signifikan, yakni hampir 30 persen.

Minum air sangat sederhana
Para peneliti juga menemukan bahwa ketika orang setengah baya dan usia pertengahan minum air sebelum makan, mereka makan lebih sedikit karena menjadi kurang lapar.

Namun, para peneliti masih belum yakin, apakah berkurangnya kebutuhan makan peminum air akan dikompensasi dengan memakan lebih banyak sepanjang sisa hari itu. Dan setelah 12 minggu diet, kekhawatiran tersebut pun luntur.

"Minum air merupakan strategi cukup sederhana yang dapat membantu orang yang mencoba menurunkan berat badan," kata peneliti senior Brenda Davy, profesor di Department Human Nutrition, Foods, and Exercise Virginia Tech.

"Kami tidak mengatakan, ‘minumlah air lebih banyak dan lemak tubuh akan menghilang. Tapi untuk orang-orang yang mencoba menurunkan berat badan dan mengikuti diet rendah kalori, ini adalah sesuatu yang bisa mereka lakukan sebagai bagian dari dietnya,“ imbuh Davy.

Setelah setahun, berat badan masih turun

Hal tersulit dalam diet adalah mempertahankan berat badan yang sudah turun. Para peneliti pun kembali mengamati perubahan berat badan para partisipan selama setahun.

Hasilnya, data awal menunjukkan bahwa mereka yang terus minum air sebelum makan tidak hanya mampu mempertahankan berat badan, tapi bahkan terus kehilangan sekira 0,5 kg setiap bulan.

“Meneguk air sebelum makan mungkin efektif pada usia tengah baya atau lebih tua. Karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa usia 18-35 tahun yang kerap minum sebelum makan, keinginan makannya tetap sama,” kata Davy.

Mengapa? “Pada orangtua, diperlukan waktu lebih lama untuk mengosongkan perut, yang menjadi alasan mengapa air membantu perut mereka merasa lebih penuh dan kurang lapar, sedangkan pada orang muda, air meninggalkan perut dengan segera,” imbuhnya.

Ahli diet sering menyarankan minuman non-kalori seperti soda lemon, diet soda, atau teh untuk membantu menahan keinginan ngemil setelah makan malam.(ftr)